Padang (UNAND) 鈥 Rumah Sakit 杏吧原版影音 (RS UNAND) terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit pendidikan berdaya saing nasional hingga internasional. Memasuki usia ke-9 yang bertepatan dengan momentum Lustrum 杏吧原版影音, RS UNAND menegaskan komitmennya dalam peningkatan layanan, kolaborasi, serta pengembangan fasilitas kesehatan.

Direktur Utama RS UNAND, Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp.BTKV, Subsp.VE(K), FIATCVS, menyampaikan bahwa rangkaian peringatan ulang tahun tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti olahraga dan bakti sosial (baksos), dengan fun walk sebagai acara puncak yang digelar pada Minggu (29/3).

鈥淜erja sama dan kolaborasi menjadi kunci utama, karena pelayanan kesehatan tidak bisa dilakukan sendiri. RS UNAND telah menjalin banyak kemitraan, baik dalam pelayanan maupun penguatan fasilitas pendukung untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran pasien,鈥 ujar Riendra.

Ia juga mengungkapkan sejumlah capaian penting RS UNAND, di antaranya akreditasi paripurna dengan layanan unggulan di bidang onkologi serta sebagai rumah sakit rujukan plasenta. Selain itu, RS UNAND tengah menunggu penetapan resmi sebagai Rumah Sakit Tempat Evakuasi Akhir (TEA) bencana dari pemerintah pusat.

Dari sisi pengembangan institusi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah menetapkan RS UNAND sebagai rumah sakit pendidikan (RSP) Klaster A. Status ini menuntut RS UNAND untuk meningkatkan reputasi internasional serta memperluas layanan dan inovasi.

Sebagai bagian dari penguatan tersebut, RS UNAND akan mendapatkan dukungan revitalisasi dengan alokasi pendanaan sekitar Rp7 miliar untuk peningkatan fasilitas dan layanan.

Saat ini, RS UNAND telah mengembangkan sejumlah layanan unggulan seperti terapi radiasi dan intensive care yang sudah berjalan. Ke depan, manajemen menargetkan penguatan layanan jantung terpadu sebagai salah satu fokus pengembangan layanan kesehatan.

鈥淩S UNAND tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga pada penguatan fungsi pendidikan dan penelitian. Rumah sakit ini harus menjadi pusat pengembangan riset yang berdampak dan menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan secara luas,鈥 jelasnya.

Selain akreditasi rumah sakit, RS UNAND juga tengah mempersiapkan akreditasi bidang pendidikan dan pelatihan (diklat), guna memperkuat kapasitas sebagai institusi pelatihan yang mandiri dan diakui Kementerian Kesehatan.

Riendra menargetkan RS UNAND dapat menjadi rumah sakit pendidikan utama (RSP Utama) pada tahun 2027.

Sementara itu, Wakil Rektor II UNAND, Dr. Hefrizal Handra, menambahkan bahwa penetapan RS UNAND sebagai Klaster A juga membawa tanggung jawab untuk membina rumah sakit lain, salah satunya RS Universitas Riau (UNRI). Ia juga menyebutkan bahwa Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) UNAND saat ini berada pada Klaster B.

Ia juga mengungkapkan adanya peluang baru melalui regulasi Kemdiktisaintek terkait skema pinjaman bagi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). Kebijakan ini membuka ruang pengembangan, termasuk investasi alat kesehatan berteknologi tinggi.

鈥淣amun, peluang ini juga menjadi tantangan. Pengelolaan harus dilakukan secara hati-hati dan akuntabel agar pengembangan institusi berjalan optimal,鈥 pungkasnya.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik