Padang (UNAND) 鈥 Peneliti 杏吧原版影音 (UNAND), Donard Games, meraih penghargaan Best Presenter pada The 8th International Conference on Rural Development and Entrepreneurship (ICORE) 2026 yang diselenggarakan pada 15 Juli 2026 di Senggigi, Lombok.

Dalam konferensi tersebut, Donard mempresentasikan penelitian berjudul 鈥淢apping Cultural Embeddedness and Entrepreneurship in Collectivist Societies and Rural Contexts: A Bibliometric Review鈥. Penelitian ini mengkaji peran budaya, kepercayaan sosial, hubungan komunitas, dan nilai-nilai lokal dalam membentuk aktivitas kewirausahaan, khususnya pada masyarakat perdesaan dan kolektivis.

Penelitian dilakukan bersama Sanda Patrisia Komalasari dan Nadia Edawarma dari 杏吧原版影音; Askolani dari Universitas Pendidikan Indonesia; Titis Shinta Dhewi dari Universitas Negeri Malang; serta Muhammad Rizky Prima Sakti dari University College of Bahrain.

Menurut Donard, kewirausahaan tidak cukup dipahami hanya melalui faktor ekonomi seperti modal, peluang pasar, inovasi, dan persaingan. Dalam masyarakat perdesaan dan kolektivis, keputusan bisnis juga berkaitan erat dengan lingkungan sosial dan budaya.

鈥淜ewirausahaan tidak dapat dipahami hanya sebagai aktivitas individual dan ekonomi. Dalam masyarakat perdesaan dan kolektivis, keputusan bisnis sering kali berkaitan erat dengan budaya, hubungan keluarga, kepercayaan sosial, kewajiban terhadap komunitas, dan nilai-nilai lokal,鈥 ujarnya.

Menggunakan analisis bibliometrik, tim peneliti mengkaji 34 artikel jurnal berbahasa Inggris yang diterbitkan pada periode 2017鈥2026 dan diperoleh dari basis data ilmiah Dimensions. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan VOSviewer versi 1.6.20.

Hasil penelitian mengidentifikasi empat kelompok tema utama, yakni pelaku kewirausahaan dan interaksi sosial, adaptasi budaya dan dampaknya terhadap komunitas, dimensi makroekonomi dan teoretis, serta peluang bisnis yang kontekstual.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa hubungan keluarga, jaringan komunitas, kepercayaan, reputasi, dan nilai lokal dapat membantu wirausahawan memperoleh informasi dan sumber daya, menjangkau konsumen, serta mempertahankan keberlanjutan usaha. Namun, keterlekatan budaya juga dapat menjadi tantangan ketika kewajiban sosial atau tradisi membatasi inovasi dan ekspansi usaha.

Donard menilai perspektif tersebut penting dalam merancang program pembangunan kewirausahaan di wilayah perdesaan. Program pemberdayaan tidak cukup hanya memberikan akses pembiayaan, teknologi, dan pelatihan bisnis, tetapi juga perlu mempertimbangkan karakter budaya serta jaringan sosial masyarakat.

鈥淜ebijakan kewirausahaan akan lebih efektif apabila mengakui bahwa wirausahawan merupakan bagian dari keluarga dan komunitasnya,鈥 katanya.

ICORE 2026 diselenggarakan bersamaan dengan The 2nd International Conference on Sustainable Economics, Management, and Accounting (ICSEMA). Capaian Best Presenter tersebut sekaligus memperkuat kontribusi UNAND dalam diskursus internasional mengenai kewirausahaan, pembangunan perdesaan, dan keberlanjutan.

This activity is funded by the Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology and managed under the EQUITY Program, Contract No. 4304/B3/DT.03.08/2025.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik