Padang (UNAND) 鈥 杏吧原版影音 (UNAND) terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi riset bereputasi internasional melalui pengembangan kolaborasi penelitian dengan berbagai universitas terkemuka dunia. Salah satu kolaborasi terbaru diwujudkan bersama Lahore University of Management Sciences (LUMS), Pakistan, melalui penelitian bertajuk Smart Agriculture Framework Integrating IoT-Based Monitoring and Non-GMO Chemical Priming to Enhance Rice Drought Resilience.
Penelitian yang berada dalam bidang fokus ketahanan pangan ini dipimpin oleh dosen Fakultas Teknik UNAND Dr. Eng. Zulkarnaini, S.Si., M.T. bersama Micko Tomas, S.T., M.T. Dr. Eng. Zulkarnaini bertanggung jawab terhadap arah pengembangan ilmiah dan pencapaian luaran penelitian, sedangkan Micko Tomas memimpin pengembangan sistem Internet of Things (IoT) sebagai platform utama pemantauan pertanian presisi. Tim penelitian juga melibatkan mahasiswa pascasarjana 杏吧原版影音 sebagai bagian dari penguatan kapasitas peneliti muda.
Zulkarnaini menuturkan riset ini merupakan bagian dari Program Research Collaborations UNAND yang bertujuan memperluas International Research Network (IRN) melalui kemitraan dengan perguruan tinggi di negara berpendapatan rendah dan menengah bawah berdasarkan klasifikasi Bank Dunia. Saat ini penelitian telah mencapai Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) 3 atau tahap proof of concept, yang menunjukkan konsep teknologi telah berhasil melalui pengujian analitis dan eksperimental.
Kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah akademisi internasional, di antaranya Dr. Khurram Bashir dari LUMS dengan Scopus H-Index 44 yang berkontribusi pada pengembangan pendekatan Non-GMO Chemical Priming untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman kekeringan. Penelitian juga didukung oleh Dr. Allah Bakhsh dari National Centre of Excellence in Molecular Biology, Pakistan, pada aspek bioteknologi, serta Dr. Lina Nawwash Abu-Ghunmi dari University of Jordan pada bidang rekayasa lingkungan.
Ia mengatakan secara ilmiah, penelitian ini mengembangkan kerangka Smart Agriculture yang mengintegrasikan dua pendekatan inovatif. Pertama, pemanfaatan teknologi IoT untuk memantau kondisi lahan secara real-time melalui jaringan sensor yang mengukur kelembapan tanah, suhu udara, suhu air, kualitas air, serta kondisi mikroklimat. 鈥淪eluruh data dikirim ke platform digital untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam pengelolaan pertanian,鈥 ujarnya pada Rabu (10/6).
Pendekatan kedua adalah penerapan Non-GMO Chemical Priming, yaitu teknik pemberian senyawa tertentu kepada tanaman sebelum mengalami cekaman lingkungan sehingga mampu mengaktifkan mekanisme pertahanan alaminya terhadap kekeringan. Berbeda dengan rekayasa genetika, metode ini tidak mengubah struktur genetik tanaman sehingga lebih mudah diterapkan, aman diterima masyarakat, dan berpotensi mendukung sistem pertanian berkelanjutan.
Integrasi kedua pendekatan tersebut diharapkan menghasilkan sistem precision agriculture yang mampu membantu petani mengoptimalkan penggunaan air irigasi, meningkatkan efisiensi pemupukan, mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan, serta meningkatkan produktivitas padi secara berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim.
Selain menghasilkan inovasi teknologi, kolaborasi ini menjadi sarana transfer pengetahuan antara UNAND dan mitra internasional melalui pertukaran pengalaman, metode penelitian, serta penguatan jejaring akademik global. Tim peneliti juga menargetkan publikasi hasil riset pada jurnal internasional bereputasi, dengan artikel ilmiah yang saat ini dipersiapkan untuk diterbitkan di Plant Signaling & Behavior yang terindeks Scopus Q1.
Kolaborasi dengan LUMS diharapkan mampu melahirkan solusi adaptif bagi sektor pertanian, memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Penelitian ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema EQUITY Program berdasarkan Kontrak Nomor 4304/B3/DT.03.08/2025.(*)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik
听 听
