Opini - 杏吧原版影音杏吧原版影音, abbreviated Unand, is an accredited public university in West Sumatra, Indonesia. Known in science, technology, and social sciences./berita/opini.feed2026-03-26T06:46:05+07:00杏吧原版影音Joomla! - Open Source Content ManagementMenelusuri Jagoan Minang Yang Beraksi 2026-03-25T16:09:50+07:002026-03-25T16:09:50+07:00/berita/opini/1765-unand-sumbar-pandangan-tokoh-adat.htmlHumas<p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;">Bukan orang Minang di group atau pada meeting meeting seminar untuk tinggal diam. Mereka terbiasa untuk mengkritik siapapun saja, kendatipun itu pimpinan daerah, tokoh adat dan presiden sekalipun. Pokoknya apa saja masalah yang didiskusikan akan ramai, saling sahut menyahut.</p>
<p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;">Bukan orang Minang di group atau pada meeting meeting seminar untuk tinggal diam. Mereka terbiasa untuk mengkritik siapapun saja, kendatipun itu pimpinan daerah, tokoh adat dan presiden sekalipun. Pokoknya apa saja masalah yang didiskusikan akan ramai, saling sahut menyahut.</p>
Bulan Hanya Satu, Hilal Itu Banyak: Menjahit Nalar Sains dalam Narasi Iman2026-03-17T08:21:04+07:002026-03-17T08:21:04+07:00/berita/opini/1759-unand-opini-nalal-sains-hilal.htmlHumas<p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;"><em>Bismill膩hirrahm膩nirrah墨m</em>. Menjelang Ramadhan atau Syawal, umat Islam di Indonesia sering kali terjebak dalam dikotomi lama: Hisab atau Rukyat? Perdebatan ini seolah menjadi ritual tahunan yang tak kunjung usai. Namun, belakangan ini saya menemukan perspektif menarik yang berangkat dari keunikan linguistik Al-Qur鈥檃n. Saya mulai memberanikan diri menelusuri ayat-ayat suci, tentu dengan bantuan model bahasa cerdas (AI) sebagai "teleskop digital" untuk memetakan frekuensi kata, yang kemudian saya verifikasi secara manual agar tetap dalam koridor makna yang benar.</p>
<p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;"><em>Bismill膩hirrahm膩nirrah墨m</em>. Menjelang Ramadhan atau Syawal, umat Islam di Indonesia sering kali terjebak dalam dikotomi lama: Hisab atau Rukyat? Perdebatan ini seolah menjadi ritual tahunan yang tak kunjung usai. Namun, belakangan ini saya menemukan perspektif menarik yang berangkat dari keunikan linguistik Al-Qur鈥檃n. Saya mulai memberanikan diri menelusuri ayat-ayat suci, tentu dengan bantuan model bahasa cerdas (AI) sebagai "teleskop digital" untuk memetakan frekuensi kata, yang kemudian saya verifikasi secara manual agar tetap dalam koridor makna yang benar.</p>
Scopus Tanpa Jalan Pintas: Meluruskan Mitos Publikasi Ilmiah di Kalangan Dosen Indonesia2026-03-16T18:13:32+07:002026-03-16T18:13:32+07:00/berita/opini/1758-unand-scopus-publikasi-ilmiah.htmlHumas<p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dalam beberapa tahun terakhir, satu kata semakin sering terdengar dalam percakapan dosen di berbagai kampus di Indonesia, yaitu kata </span><i><span style="font-weight: 400;">Scopus</span></i><span style="font-weight: 400;">. Kata ini muncul di ruang dosen, seminar penelitian, hingga grup WhatsApp akademik. Bagi sebagian dosen, Scopus dipandang sebagai simbol prestise akademik. Bagi yang lain, ia terasa seperti beban administratif yang harus dikejar demi kenaikan jabatan.</span></p>
<p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dalam beberapa tahun terakhir, satu kata semakin sering terdengar dalam percakapan dosen di berbagai kampus di Indonesia, yaitu kata </span><i><span style="font-weight: 400;">Scopus</span></i><span style="font-weight: 400;">. Kata ini muncul di ruang dosen, seminar penelitian, hingga grup WhatsApp akademik. Bagi sebagian dosen, Scopus dipandang sebagai simbol prestise akademik. Bagi yang lain, ia terasa seperti beban administratif yang harus dikejar demi kenaikan jabatan.</span></p>
Titik Lemah Penanganan Bencana: Revolusi Logistik untuk Ketangguhan Bangsa2025-12-10T15:06:03+07:002025-12-10T15:06:03+07:00/berita/opini/1603-bencana-logistik-tanggap-kemanusiaan.htmlHumas<p><img src="//images/OPINI/SU.jpg" alt="Alt" width="1200" height="677" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Senin, 8 Desember 2025 Saya dikontak Prof. Revis, Wakil Rektor IV Universitas Jambi. Tim tanggap darurat Bencana begerak dari Jambi hari sebelumnya. Tim ini berencana untuk menuju Palembayan di Kabupaten Agam salah satu daerah terdampak parah oleh bencana Banjir dan longsor. Semula tim mau memasuki wilayah itu melalui Bukittinggi. Namun jalur Bukittinggi ke Palembayan terputus. Satu-satunya jalan adalah melalui Solok menuju Padang, dari Padang terus ke Lubuk Basung.</p>
<p><img src="//images/OPINI/SU.jpg" alt="Alt" width="1200" height="677" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Senin, 8 Desember 2025 Saya dikontak Prof. Revis, Wakil Rektor IV Universitas Jambi. Tim tanggap darurat Bencana begerak dari Jambi hari sebelumnya. Tim ini berencana untuk menuju Palembayan di Kabupaten Agam salah satu daerah terdampak parah oleh bencana Banjir dan longsor. Semula tim mau memasuki wilayah itu melalui Bukittinggi. Namun jalur Bukittinggi ke Palembayan terputus. Satu-satunya jalan adalah melalui Solok menuju Padang, dari Padang terus ke Lubuk Basung.</p>
Korupsi di Tingkat Desa: Luka Sunyi Integritas Bangsa2025-12-10T11:12:59+07:002025-12-10T11:12:59+07:00/berita/opini/1601-unand-intergritas-korupsi-mahasiswa.htmlHumas<p><img src="//images/OPINI/KRUPSI.png" alt="Alt" width="1200" height="800" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Sejak kebijakan Dana Desa pertama kali digulirkan pada tahun 2015, pemerintah Indonesia聽 menaruh harapan besar bahwa pembangunan di tingkat desa akan menjadi lebih adil, partisipatif, dan bertumpu pada kebutuhan masyarakat. Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan tahun 2024, alokasi Dana Desa pada tahun pertama implementasi kebijakan ini mencapai Rp20.766,2 miliar. Angka tersebut terus meningkat signifikan dari tahun ke tahun hingga mencapai Rp71.000 miliar pada tahun 2024. Sepanjang periode 2015 hingga 2024, total Dana Desa yang telah dialokasikan negara mencapai Rp 609,9 triliun dan disalurkan kepada 75.259 desa di seluruh Indonesia. Besarnya alokasi ini menjadikan Dana Desa sebagai faktor pendapatan terbesar dalam APBDes dan menjadikan desa sebagai pusat konsentrasi kebijakan pembangunan nasional.</span></p>
<p><img src="//images/OPINI/KRUPSI.png" alt="Alt" width="1200" height="800" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Sejak kebijakan Dana Desa pertama kali digulirkan pada tahun 2015, pemerintah Indonesia聽 menaruh harapan besar bahwa pembangunan di tingkat desa akan menjadi lebih adil, partisipatif, dan bertumpu pada kebutuhan masyarakat. Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan tahun 2024, alokasi Dana Desa pada tahun pertama implementasi kebijakan ini mencapai Rp20.766,2 miliar. Angka tersebut terus meningkat signifikan dari tahun ke tahun hingga mencapai Rp71.000 miliar pada tahun 2024. Sepanjang periode 2015 hingga 2024, total Dana Desa yang telah dialokasikan negara mencapai Rp 609,9 triliun dan disalurkan kepada 75.259 desa di seluruh Indonesia. Besarnya alokasi ini menjadikan Dana Desa sebagai faktor pendapatan terbesar dalam APBDes dan menjadikan desa sebagai pusat konsentrasi kebijakan pembangunan nasional.</span></p>
Integritas Sebagai Kunci Menolak Suap dan Gratifikasi2025-12-08T09:49:46+07:002025-12-08T09:49:46+07:00/berita/opini/1596-opini-mahasiswa-integritas-suap-gratifikasi.htmlHumas<p><img src="//images/OPINI/FauzanIpol.png" alt="Alt" width="940" height="559" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya banyak di antara kita yang pernah melihat atau bahkan melakukan tindakan suap dan gratifikasi dalam kehidupan sehari-hari, kita tentu mengetahui dan memahami bahwa suap dan gratifikasi termasuk dalam tindak pidana korupsi. Sebagaimana yang jelaskan dalam UU 31 Tahun 1999 Jo UU 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), bahwa terdapat 7 jenis tindak pidana korupsi yang mana di dalamnya termasuk suap-menyuap dan gratifikasi. Namun, pada kenyataannya banyak di antara kita yang tetap memberikan suap kepada pejabat birokrasi untuk mempermudah segala urusan, contohnya 鈥渕enembak surat izin mengemudi (SIM)鈥, ataupun gratifikasi seperti 鈥渕emberi uang terima kasih kepada pejabat birokrasi atas pelayanan yang cepat鈥.</p>
<p><img src="//images/OPINI/FauzanIpol.png" alt="Alt" width="940" height="559" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya banyak di antara kita yang pernah melihat atau bahkan melakukan tindakan suap dan gratifikasi dalam kehidupan sehari-hari, kita tentu mengetahui dan memahami bahwa suap dan gratifikasi termasuk dalam tindak pidana korupsi. Sebagaimana yang jelaskan dalam UU 31 Tahun 1999 Jo UU 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), bahwa terdapat 7 jenis tindak pidana korupsi yang mana di dalamnya termasuk suap-menyuap dan gratifikasi. Namun, pada kenyataannya banyak di antara kita yang tetap memberikan suap kepada pejabat birokrasi untuk mempermudah segala urusan, contohnya 鈥渕enembak surat izin mengemudi (SIM)鈥, ataupun gratifikasi seperti 鈥渕emberi uang terima kasih kepada pejabat birokrasi atas pelayanan yang cepat鈥.</p>
Menelusuri Akar Bencana Banjir Sumatra2025-12-05T12:53:09+07:002025-12-05T12:53:09+07:00/berita/opini/1592-menelusuri-akar-bencana-banjir-sumatra.htmlHumas<p><img src="/" alt="Prof. Dr. techn. Marzuki, S.Si., M.Si., Dr. techn., Guru Besar Fisika Atmosfer, Departemen Fisika, 杏吧原版影音"></p><p style="text-align: justify;">Dampak bencana banjir Sumatra pada akhir November 2025 betul-betul mengagetkan kita. Ratusan jiwa melayang, dan tidak sedikit yang belum ditemukan. Banyak infrastruktur yang rusak. Sebagian pihak menaksir kerugian bisa mencapai triliunan rupiah. Begitu besarnya dampak dari bencana ini.</p>
<p><img src="/" alt="Prof. Dr. techn. Marzuki, S.Si., M.Si., Dr. techn., Guru Besar Fisika Atmosfer, Departemen Fisika, 杏吧原版影音"></p><p style="text-align: justify;">Dampak bencana banjir Sumatra pada akhir November 2025 betul-betul mengagetkan kita. Ratusan jiwa melayang, dan tidak sedikit yang belum ditemukan. Banyak infrastruktur yang rusak. Sebagian pihak menaksir kerugian bisa mencapai triliunan rupiah. Begitu besarnya dampak dari bencana ini.</p>
Ketika Bencana Memisahkan, Komunikasi Kemanusiaan Menyatukan2025-12-01T15:36:04+07:002025-12-01T15:36:04+07:00/berita/opini/1579-ketika-bencana-memisahkan-komunikasi-kemanusiaan-menyatukan.htmlHumas<p><img src="//images/ernita.jpg" alt="Dr. Ernita Arif, M.Si Dosen Ilmu Komunikasi FISIP 杏吧原版影音" width="472" height="709" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Barat pekan ini menghantam banyak wilayah sekaligus. Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Padang Panjang, Agam, hingga Pesisir Selatan porak-poranda. Rumah terendam, jembatan putus, sawah tertimbun material, aktivitas ekonomi lumpuh. Banyak keluarga harus meninggalkan rumah dalam keadaan panik. Kota-kota yang biasanya ramai berubah menjadi ruang cemas.</p>
<p><img src="//images/ernita.jpg" alt="Dr. Ernita Arif, M.Si Dosen Ilmu Komunikasi FISIP 杏吧原版影音" width="472" height="709" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Barat pekan ini menghantam banyak wilayah sekaligus. Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Padang Panjang, Agam, hingga Pesisir Selatan porak-poranda. Rumah terendam, jembatan putus, sawah tertimbun material, aktivitas ekonomi lumpuh. Banyak keluarga harus meninggalkan rumah dalam keadaan panik. Kota-kota yang biasanya ramai berubah menjadi ruang cemas.</p>
Mengapa Hujan Tak Berhenti? Pakar UNAND Ungkap Pergerakan Siklon yang Tidak Lazim2025-11-29T19:35:08+07:002025-11-29T19:35:08+07:00/berita/opini/1577-mengapa-hujan-tak-berhenti-pakar-unand-ungkap-pergerakan-siklon-yang-tidak-lazim.htmlHumas<p><img src="/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Padang (UNAND) - Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Sumatra Barat selama sepekan terakhir menyebabkan banjir dan longsor di berbagai wilayah. Kondisi serupa juga dialami oleh Sumatra Utara dan Aceh. Salah satu lokasi yang terdampak adalah Kecamatan Pauh, kawasan yang banyak dihuni mahasiswa serta sivitas akademika 杏吧原版影音.</p>
<p><img src="/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Padang (UNAND) - Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Sumatra Barat selama sepekan terakhir menyebabkan banjir dan longsor di berbagai wilayah. Kondisi serupa juga dialami oleh Sumatra Utara dan Aceh. Salah satu lokasi yang terdampak adalah Kecamatan Pauh, kawasan yang banyak dihuni mahasiswa serta sivitas akademika 杏吧原版影音.</p>