Padang (UNAND) – Fakultas Peternakan (Faterna) ӰԭӰ (UNAND) menggelar seminar internasional bertema “Sustainable Poultry Development and Future Research: Integrating Science, Technology, and Policy for Global Food Security” sebagai upaya memperkuat kolaborasi global dalam pengembangan industri perunggasan berkelanjutan dan ketahanan pangan dunia.

Kegiatan yang menghadirkan akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan pelaku industri dari berbagai negara tersebut menjadi ruang diskusi strategis mengenai tantangan pangan global di masa depan, khususnya dalam sektor perunggasan.

Dekan Faterna UNAND Prof. Mardiati Zain dalam sambutannya menyampaikan bahwa isu ketahanan pangan dunia menjadi tantangan besar seiring proyeksi pertumbuhan penduduk global yang diperkirakan mencapai hampir 10 miliar jiwa pada tahun 2050.

Menurutnya, sektor perunggasan memiliki posisi penting sebagai salah satu sumber protein hewani yang paling efisien dan banyak dikonsumsi masyarakat dunia. Namun, ia menegaskan bahwa pengembangan industri perunggasan tidak dapat lagi dilakukan dengan pendekatan lama.

“Kita menghadapi era perubahan iklim, keterbatasan sumber daya alam, hingga ancaman penyakit yang terus berkembang. Karena itu, pengembangan perunggasan berkelanjutan harus mengintegrasikan sains, teknologi, dan kebijakan secara bersamaan,” ujarnya pada Selasa (12/5).

Prof. Mardiati menjelaskan, penguatan riset genetika, nutrisi, dan kesejahteraan hewan menjadi bagian penting dalam menciptakan produksi unggas yang tidak hanya produktif, tetapi juga tangguh dan beretika. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital seperti AI-driven precision farming hingga bioteknologi modern dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus meminimalkan limbah produksi.

Ia juga menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung peternak kecil, penguatan biosekuriti, serta terciptanya perdagangan internasional yang adil.

Selama dua hari pelaksanaan seminar, para peserta akan mendiskusikan berbagai topik strategis, mulai dari genetika unggas, nutrisi dan teknologi pakan, kesehatan unggas, manajemen produksi dan kesejahteraan hewan, teknologi produk unggas, hingga teknologi digital dan kebijakan rantai pasok perunggasan.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UNAND Prof. Henmaidi, Ph.D menyampaikan bahwa tema seminar sangat relevan dengan tantangan global saat ini, terutama dalam menjawab persoalan ketahanan pangan dunia.

Menurutnya, sektor perunggasan memiliki peran besar dalam menyediakan sumber protein yang terjangkau, bergizi, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan tradisional. Dibutuhkan kolaborasi yang lebih kuat antara perguruan tinggi, peneliti, industri, dan pemerintah untuk menciptakan industri perunggasan yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” katanya.

Prof. Henmaidi menegaskan, UNAND berkomitmen mendukung riset, inovasi, dan kerja sama internasional yang tidak hanya berdampak pada pengembangan akademik, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan global.

Ia berharap seminar internasional tersebut dapat menjadi wadah berbagi pengetahuan, pertukaran gagasan, sekaligus membangun kemitraan riset di masa depan.

Seminar internasional ini turut menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai negara, di antaranya Prof. Dr. Ir. James Hellyward, M.S., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng dari Indonesia, Dr. Aloba Alex Temitope dari Jerman, Faizan Rashid, BBA dari Pakistan, Prof. Dr. Nguyen Thi Tay Kim Dong dari Vietnam, Dr. Phem Menghak dari Kamboja, serta Prof. Dr. Ir. Firda Arlina, M.Si., IPU dari Indonesia.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik