Padang (UNAND) – Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, meninjau langsung pengembangan kit diagnostik Tuberkulosis (TB) laten berbasis riset lokal di Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi (PDRPI) Fakultas Kedokteran ӰԭӰ (UNAND), Selasa (12/5). Kunjungan tersebut menjadi penegasan atas peran strategis ӰԭӰ dalam mendukung agenda nasional eliminasi TB melalui penguatan riset dan inovasi kesehatan.

Kunjungan ini juga berkaitan erat dengan tantangan besar yang masih dihadapi Indonesia dalam penanganan TB. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam riset INA-QUANTIFERON TB, Indonesia saat ini menempati posisi kedua negara dengan beban TB tertinggi di dunia, dengan estimasi 1,09 juta kasus baru per tahun dan sekitar 125 ribu kematian setiap tahunnya. Kondisi tersebut menjadikan penguatan deteksi dini, termasuk TB laten, sebagai salah satu langkah penting dalam upaya eliminasi TB nasional.

Di Laboratorium PDRPI FK UNAND, Wamenkes meninjau langsung pengembangan INA-QUANTIFERON TB, sebuah kit diagnostik berbasis Sitokin Releasing Assay (SRA) yang dirancang untuk mendeteksi TB laten secara lebih akurat dan terjangkau. Inovasi ini dikembangkan melalui kolaborasi peneliti lintas perguruan tinggi dan institusi kesehatan, termasuk ӰԭӰ.

Rektor Efa Yonnedi, Ph.D., pada kesempatan sebelumnya menegaskan bahwa UNAND berkomitmen menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan kesehatan nasional melalui penguatan kolaborasi riset dan hilirisasi inovasi.

“Ini adalah bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya di bidang kesehatan. Kami ingin riset-riset kampus tidak berhenti di laboratorium, tetapi memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Pengembangan INA-QUANTIFERON TB juga menjadi bagian dari semangat kemandirian bangsa di bidang teknologi kesehatan. Selain diharapkan mampu meningkatkan deteksi TB laten di Indonesia, kit ini ditargetkan memiliki harga yang lebih terjangkau dibanding produk impor sehingga dapat memperluas akses layanan kesehatan masyarakat.

Melalui penguatan riset, kolaborasi, dan inovasi berbasis kebutuhan nasional, UNAND terus menunjukkan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif menghadirkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat, sekaligus mendukung target eliminasi TB Indonesia di masa mendatang.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik