Padang (UNAND) 鈥 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 杏吧原版影音 (UNAND) resmi membuka International Conference on Ethnic and Cultural Entrepreneurship (ICECE) 2026 dan International Summer Course 2026 pada Senin (27/7) di Kampus Limau Manis, Padang. Mengusung tema Learn from the Past and Minangkabau Entrepreneurial Wisdom, kedua agenda internasional ini menjadi wadah untuk memperkenalkan nilai-nilai kewirausahaan Minangkabau kepada komunitas akademik global sekaligus memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor IV UNAND Prof. Henmaidi, yang menegaskan bahwa penyelenggaraan ICECE dan International Summer Course merupakan bentuk komitmen UNAND dalam memperluas jejaring kerja sama internasional melalui kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pertukaran pengetahuan. Menurutnya, pengembangan kearifan lokal sebagai sumber ilmu pengetahuan memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi bagi kajian kewirausahaan di tingkat global.
Penyelenggaraan kedua kegiatan ini didukung oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai sponsor dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur sebagai co-host, mencerminkan sinergi antarperguruan tinggi dan mitra strategis dalam mengembangkan kajian kewirausahaan berbasis budaya.
ICECE 2026 diselenggarakan secara hybrid dengan menghadirkan akademisi dan praktisi dari berbagai negara. Konferensi yang dipimpin oleh Dr. Ma'ruf, S.E., M.Bus., M.Phil. ini menghadirkan pembicara utama, antara lain Dr. Suryadi (University of Leiden, Belanda), Prof. Minako Sakai (University of New South Wales, Australia), Dr. Hafiz Rahman (杏吧原版影音), Dr. Juliana Langgat (Universiti Malaysia Sabah), dan Syahrial Syarif, MBA.
Diskusi mencakup 13 subtema, mulai dari sejarah perdagangan masyarakat Minangkabau, budaya merantau, sistem matrilineal dan kewirausahaan perempuan, hingga transformasi digital dalam bisnis tradisional. Seluruh makalah yang dipresentasikan akan diterbitkan dalam prosiding dan dipublikasikan pada basis data ilmiah internasional.
Sementara itu, International Summer Course 2026 berlangsung selama 26 Juli鈥8 Agustus 2026 dan diikuti oleh 30 mahasiswa jenjang sarjana dan magister dari 10 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Pakistan, Afghanistan, Palestina, Yaman, Bangladesh, Kamboja, Myanmar, dan Nigeria.
Program yang dikelola oleh Fitria Khairina, S.E., M.M. ini dirancang sebagai pembelajaran imersif melalui perkuliahan, partisipasi dalam ICECE, kunjungan ke pusat dokumentasi budaya dan desa wisata, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta proyek pemasaran digital.
鈥淢elalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mempelajari konsep kewirausahaan Minangkabau di ruang kelas, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pelaku usaha di Sumatera Barat. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkaya perspektif lintas budaya sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik dan riset di masa mendatang,鈥 tuturnya.
Penyelenggaraan ICECE 2026 dan International Summer Course menjadi langkah strategis 杏吧原版影音 dalam memperkuat posisinya sebagai pusat kajian kewirausahaan berbasis budaya di Asia Tenggara. Integrasi antara konferensi ilmiah dan pembelajaran lapangan menunjukkan bahwa nilai-nilai lokal dapat menjadi sumber inovasi dan pengetahuan yang relevan untuk menjawab tantangan global.
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik
听 听
