Padang (UNAND) – Fakultas Kedokteran ÐÓ°ÉÔ­°æÓ°Òô (FK UNAND) terus memperkuat jejaring riset internasional melalui kolaborasi dengan Believers Church Medical College Hospital (BCMCH), Kerala, dan Christian Medical College (CMC) Vellore, India, dalam pengembangan Therapeutic Drug Monitoring (TDM) vancomycin berbasis Model-Informed Precision Dosing (MIPD).

Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari Program Research Collaboration untuk Peningkatan International Research Network (IRN) UNAND melalui skema EQUITY. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas laboratorium, menyelaraskan metode penelitian, serta mengembangkan model farmakokinetik populasi guna mendukung implementasi kedokteran presisi (precision medicine) di Indonesia.

Sebagai implementasi program, tim peneliti FK UNAND akan melaksanakan kunjungan riset ke BCMCH, Kerala, India. Kegiatan tersebut mencakup pelatihan harmonisasi prosedur pra-analitik pemeriksaan kadar vancomycin, workshop farmakometrik dan pemodelan Bayesian, diskusi interpretasi data farmakokinetik/farmakodinamik (PK/PD), hingga penyusunan kerangka publikasi ilmiah bersama.

Hasil transfer pengetahuan dari rangkaian kegiatan tersebut akan menjadi dasar dalam pengembangan Bayesian Population Pharmacokinetic Model yang selanjutnya diperbarui menggunakan data pasien di Indonesia. Model ini diharapkan mampu mendukung implementasi precision dosing di berbagai rumah sakit sehingga terapi antibiotik dapat diberikan secara lebih tepat sasaran.

Ketua tim peneliti, Dr. dr. Gestina Aliska, Sp.FK, menjelaskan bahwa India dipilih sebagai mitra strategis karena memiliki karakteristik sistem kesehatan dan tantangan implementasi TDM yang serupa dengan Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah.

"Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga membangun kapasitas nasional dalam penerapan Therapeutic Drug Monitoring berbasis kedokteran presisi. Melalui transfer pengetahuan dan pengembangan model bersama, kami berharap pelayanan TDM di Indonesia semakin berkembang sehingga penggunaan antibiotik menjadi lebih efektif, aman, dan rasional," ujar dr. Aliska pada Selasa (28/7).

Ia menambahkan, pengalaman para peneliti India dalam mengintegrasikan TDM, farmakometrik, dan program antimicrobial stewardship diharapkan dapat diadaptasi untuk memperkuat sistem pelayanan klinis di Indonesia, khususnya dalam pengelolaan terapi antibiotik bagi pasien dengan kondisi kritis.

Kolaborasi ini melibatkan Prof. Dr. Summith K. Mathew dari BCMCH yang memiliki kepakaran di bidang farmakologi klinik, Therapeutic Drug Monitoring, dan teknologi LC-MS/MS, serta Prof. Dr. Blessed Winston A. dari CMC Vellore yang berpengalaman dalam bidang farmakometri dan pemodelan farmakokinetik populasi.

Selain menghasilkan data farmakokinetik yang spesifik untuk populasi Indonesia, kerja sama ini juga menargetkan lahirnya publikasi ilmiah bereputasi internasional, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta terbentuknya jejaring riset berkelanjutan antara UNAND dan institusi mitra di India.

Melalui kolaborasi ini, FK UNAND menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan riset yang berdampak bagi pelayanan kesehatan. Inisiatif tersebut diharapkan menjadi fondasi penting bagi implementasi Therapeutic Drug Monitoring secara lebih luas di Indonesia sekaligus mendukung upaya nasional dalam menghadapi tantangan resistensi antimikroba melalui penggunaan antibiotik yang lebih tepat, aman, dan berbasis bukti.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik